Kenali Konsep Apartemen Dan Isi Cita Rasa Apartemen

Kenali Konsep Apartemen Dan Isi Cita Rasa Apartemen

Hunian berkonsep hunian hunian kini menjadi tren di masyarakat perkotaan, khususnya di kawasan metropolitan DKI Jakarta dimana permintaan akan hunian terus meningkat setiap tahunnya.

Setelah konsep low-rise housing menyebar dan muncul, peran Apatto menjadi incaran para urban millennials.

Ada perbedaan mencolok antara konsep apartemen bertingkat rendah dengan konsep kondominium.

Hendry Octavianos, CEO Apartmenthouse Indonesia, mengatakan, apartemen low-rise memiliki Tier Proof of Ownership dan apartemen memiliki SHM (Apartment Proof of Ownership). Sabtu (2/2) 2022/4.

Apartment Indonesia, developer yang mempelopori konsep hunian apartemen di Indonesia.

Juga pars dengan SHM memiliki istilah yang tidak ditentukan, sedangkan judul kelas memiliki istilah.

Hal ini tentunya membuat konsep apartemen lebih menguntungkan sebagai tempat tinggal atau investasi di masa depan.

“Konsep rumah sebagai hunian seperti apartemen, dan penghuninya merasa tinggal di rumah seperti apartemen,” ujarnya.

Dari segi investasi tentunya lebih menguntungkan karena Anda memiliki lahan sendiri seperti rumah sewa.

Hendry mengatakan, meningkatnya permintaan perumahan di daerah perkotaan yang lahannya terbatas membuat konsumen sulit memiliki rumah.

Konsep rumah merupakan solusi terbaik dari permasalahan perumahan masyarakat perkotaan.

Seperti yang dijelaskan Hendry: “Selain mendekatkan pemiliknya dengan pusat kota, apartemen memiliki nilai lebih karena merupakan konsep baru, dan ke depannya rumah akan menjadi salah satu konsep inti industri real estate di dalam rumah. “

Lebih lanjut Hendry menjelaskan bahwa rumah merupakan konsep yang memadukan antara rumah dan apartemen.

Apartemen ini memiliki desain hunian kompak yang terdiri dari 3 kamar tidur + garasi + rooftop with building condition (SHM).

Kedepannya, konsep apartemen dianggap sebagai pilihan kaum milenial dan akan menjadi tren baru di perumahan perkotaan.

Untuk menghidupkan kembali kampanye konsep apartemen di kalangan milenial, Apartment Indonesia tidak main-main atau riang.

Apartment House Indonesia bekerja sama sebagai brand ambassador dengan Aero Aswar, seorang jet skier nasional ternama yang mengharumkan nama negara di luar negeri.

Sebelum resmi bergabung sebagai brand ambassador, Aero Aswar sudah memiliki satu kondominium.

Menurutnya, untuk saat ini, memilih tinggal di rumah merupakan pilihan yang paling menguntungkan.

“Tinggal di rumah kecil sangat menguntungkan. Kita bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus.

Pertama kita tinggal di apartemen, tapi investasinya berasa punya rumah,” jelas Aero.

Aparthouse Indonesia telah membangun dan mengembangkan apartemen di beberapa lokasi strategis, antara lain Montana Aparthouse di Cilandak dan Sembawang Aparthouse di TB. Apartemen Simatupang dan Epica di Kemang dan banyak proyek lainnya akan segera hadir.

Karena Apartemen Kurang Diminati Orang Indonesia

Karena Apartemen Kurang Diminati Orang Indonesia

Marin Novita, Direktur Regional Rumah.com menjelaskan, dirinya meminta masyarakat untuk membeli apartemen yang tidak setinggi landasan pacu.

Menurutnya, ada dua alasan mengapa masyarakat tidak tertarik dengan produk hunian vertikal.

“Yang pertama nilai tambah untuk harga rumah yang sama, dan yang kedua kenapa saya tidak mau tinggal di gedung bertingkat,” kata Marine dalam keterangannya, Jumat, 22 April 2022.

Menurut survei konsumen pada paruh pertama tahun 2022, hingga 98% responden memilih perumahan, dengan hanya 2% memilih apartemen sebagai pilihan utama mereka. Marin menekankan bahwa kondisi epidemiologis dapat berkontribusi untuk menekan minat terhadap apartemen, setidaknya dalam jangka pendek.

Di masa pandemi, pemerintah dan dunia usaha mengumumkan kebijakan untuk bekerja dari rumah (WFH) dan belajar dari rumah yang memengaruhi fenomena ini.

Beberapa alasan lain responden tidak memilih apartemen adalah karena rumah yang mereka beli memiliki lebih banyak ruang, tidak ingin tinggal di gedung bertingkat, tidak dapat memperluas, khawatir dengan kondisi propertinya, patuh pada iuran. , dan tidak memiliki privasi.

“39% responden survei mengatakan rumah sewa menawarkan lebih banyak ruang daripada apartemen dengan harga yang sama,” kata Marin.

Dia melanjutkan, “Tingkat kunjungan karena alasan ini lebih tinggi di antara mereka yang memiliki anak menikah sebesar 56%.”